Waktu yang Tepat untuk Posting di Social Media

Ternyata dua tahun dipaksa mengurangi aktivitas dan lebih banyak berdiam diri di rumah membuat aktivitas di social media semakin intensif. Alih-alih ngomel-ngomel karena bosan, sejumlah peneliti memanfaatkannya untuk memantau perilaku pengguna social media. Dengan asumsi bahwa aktivitas lebih intensif dapat memberikan gambaran yang lebih presisi, mereka bisa membuat kesimpulan yang lebih baik.

Salah satunya adalah memberikan jawaban atas pertanyaan banyak praktisi tentang waktu yang paling tepat untuk posting di media sosial.

Mengapa memposting pada waktu yang tepat dianggap penting?

Penggunaan social media untuk keperluan komersial, termasuk aktivitas influencer marketing, berbeda dengan penggunaan untuk interaksi sosial seperti menjalin komunikasi dengan keluarga, teman, dan sahabat.

Konten social media untuk keperluan influencer marketing biasanya dibuat dengan proses yang matang, dari perencanaan, penulisan script, sampai produksinya. Karena itu saya banget kalau kemudian konten itu diposting pada saat dimana aktivitas di social media sedang menurun alias sepi. Karena kalau diposting di saat sepi, orang yang terjangkau oleh postingan itu, melihat postingan itu, akan lebih sedikit.

Jumlah pengguna yang terjangkau oleh suatu posting,melihat posting itu, dalam terminologi digital marketing disebut “reach”.

Karena itu sangat penting untuk memastikan bahwa kita memposting konten pada saat aktivitas di social media sedang tinggi, sehingga reach-nya otomatis juga tinggi. Kalau kontennya berkualitas, relevan dengan niche audience kita, dan reach-nya tinggi engagement-nya dipastikan juga tinggi.

“Engagement” adalah parameter yang mengukur reaksi pengguna social media yang terjangkau oleh postingan kita. Bentuknya bisa macam-macam. Like, comment, share, dll.

Kapan Waktu Posting yang Tepat?

Kita bisa saja melakukan riset sendiri dengan memperhatikan metrik performance postingan-postingan kita. Tapi tentunya itu akan sangat menyita waktu dan tenaga. Lagian sayang kan, konten bagus yang sudah susah payah kita produksi terbuang begitu saja karena kita posting di saat aktivitas media sedang sepi hanya atas nama riset.

SproutSocial membuat riset khusus untuk menjawab pertanyaan ini, dan hasilnya bisa kita gunakan sebagai acuan untuk aktivitas kita di social media.

Disebutkan bahwa riset ini dilakukan dalam jangka waktu satu tahun, melibatkan 3000 akun kreator yang mewakili sejumlah niche yang berbeda-beda, pada beberapa platform social media yang berbeda pula. Jadi kalau soal akurasi, tentunya datanya sangat bisa dipertanggungjawabkan.

Ternyata ada banyak kesamaan tetapi juga ada beberapa perbedaan spesifik dalam hal aktivitas pengguna di masing-masing platform social media yang mempengaruhi intensitas aktivitas penggunanya.

Meskipun begitu dalam gambaran secara umum kita bisa melihat bahwa engagement paling tinggi terjadi pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis antara pukul 9 sampai pukul 10 pagi. Ini terjadi di semua portal yang diteliti yaitu Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn.
Sementara itu engagement yang paling rendah terjadi pada hari Minggu.

Mungkin kamu kemudian bertanya-tanya, standar waktu siapa yang dipakai? Jelas yang dipakai adalah standar waktu target audience utama kita. Kalau zona waktu mereka berbeda dengan zona waktu kita, zona waktu merekalah yang kita ikuti. Kalau audience-mu tersebar dalam beberapa zona waktu berbeda mungkin kamu perlu buat beberapa posting untuk mengakomodasinya.

Kalau mau melihat lebih presisi waktu posting dengan engagement terbaik – dan terburuk – dari hari ke hari, dari jam ke jam, untuk masing-masing platform social media, kalian bisa melihatnya pada diagram-diagram berikut yang diambil dari hasil riset SproutSocial.

Waktu Posting yang Tepat di Facebook
Waktu Posting yang Tepat di Instagram
Waktu Posting yang Tepat di Twitter
Waktu Posting yang Tepat di LinkedIn

By admin