Sejak kita mulai mengenal search engine di penghujung millennium, lebih dari 20 tahun lalu, dunia digital marketing terus berkembang. Akhir-akhir ini ketika hampir semua penduduk bumi terhubung satu-sama lain melalui social media, kita semakin sering mendengar istilah influencer marketing yang memang ruang bergeraknya ada di social media. Kamu pernah mendengarnya?

Kalau kamu belum pernah mendengarnya, kamu ketinggalan jaman! Kalau di jaman dimana informasi menyebar demikian cepat melalui jaringan digital ini kamu belum pernah mendengar influencer marketing, kamu beneran kelewatan. Mungkin kamu merupakan bagian dari generasi lama yang hidup hanya sebagai penumpang di dunia digital ini. Berusahalan untuk secepatnya menyesuaikan diri dan mengejar ketertinggalan.

Atau jangan-jangan kamu salah satu pelakunya?

Jadi Apa Itu Influencer Marketing?

Influencer marketing adalah metode pemasaran dimana perusahaan pemilik produk, pemegang brand, menggunakan saran seseorang yang disampaikan secara luas melalui social media sebagai cara untuk mempengaruhi orang lain mengambil keputusan, terutama dalam hal membeli sesuatu. Dalam istilah pemasaran kita mengenalnya sebagai keputusan pembelian alias buying decision.

Karena di era digital ini hampir semua orang terhubung melalui social media, influencer marketing ini juga bekerja efektif melalui jaringan social media.

Dalam hal ini influencer marketing melibatkan tiga pihak. Perusahaan pemilik produk yang ingin menjual barangnya, influencer yang mempengaruhi keputusan pembelian orang lain yang terhubung dalam di jaringan social medianya, dan target audience yang dengan saran influencer keputusan pembeliannya dapat dipengaruhi untuk memilih produk si perusahaan tadi alih-alih memilih produk sejenis dari perusahaan lain.

Lalu Siapa yang Menjadi Influencer?

Mungkin kalau kita membayangkan orang yang bisa mempengaruhi orang lain melalui social media, kita akan merujuk pada sosok-sosok terkenal yang – karena prestasi yang terbangun dari profesinya – memiliki banyak follower di social media. Artis terkenal, pejabat pemerintah, pengusaha besar, atlet papan atas, pemuka agama, dan sebagainya.

Memang tidak salah. Banyak sosok seperti itu yang kemudian berusaha mempengaruhi followernya yang sangat banyak itu untuk kepentingan komersial perusahaan pemilik produk. Mereka mempengaruhi followernya agar lebih memilih produk dari perusahaan yang menggunakan jasanya alih-alih memilih produk sejenis dari perusahaan lain.

Tentu saja untuk jasanya itu mereka mendapatkan bayaran yang besar, bahkan sangat besar, tergantung jumlah dan karakter followernya.

Berada di posisi teratas di dalam daftar harga selebriti dunia yang menjadi influencer, menggunakan jumlah follower social media mereka yang besar itu untuk menyebarkan “pesan sponsor”, adalah mega-bintang sepak bola dunia Cristiano Ronaldo. Dia menjadi orang pertama di dunia yang memiliki lebih dari 400 juta follower di Instagram.

Konon jumlah follower Instagram Ronaldo meningkat sebanyak 163 juta hanya dalam 5 bulan terakhir saja.

Menurut sebuah artikel yang dimuat dailymail.co.uk tanggal 22 Februari 2022 lalu, Ronaldo bisa mendapat lebih dari 1,7 juta pound untuk setiap post mewakili brand yang dia buat pada akun Instagramnya. Kalau dirupiahkan angkanya tembus di atas 3 milyar.

Di tanah air kita juga bisa dengan mudah menunjuk sosok-sosok seperti Ronaldo meskipun angkanya tidak se-spektakuler itu.

Kamu Juga Bisa Jadi Influencer

Melihat fenomena itu mungkin kemudian kamu bertanya-tanya. Apakah kita bisa menjadi seorang influencer yang mendapatkan uang dengan mempengaruhi keputusan membeli audience kita melalui media sosial?

Jawabannya bisa banget. Meskipun pastilah potensi pendapatan yang dihasilkan tidak akan sebesar Ronaldo atau sosok-sosok selebgram tanah air.

Portal Influencer Marketing Hub (influencermarketinghub.com) mengklasifikasikan influencer berdasarkan jumlah followernya sebagai berikut:

  • 1.000 – 10.000 follower : Nano-Influencer
  • 10.000 – 50.000 follower : Micro-Influencer
  • 50.000 – 500.000 follower : Mid-Tier Influencer
  • 500.000 – 1.000.000 follower : Macro-Influencer
  • Lebih dari 1.000.000 follower : Mega-Influencer

Berapa jumlah follower-mu?

Apakah sudah termasuk ke dalam salah satu kategori di atas meskipun mungkin yang paling kecil? Artinya kamu sudah bisa menjadi influencer.

Kalau belum, tidak berarti kamu sama sekali tidak dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian audience-mu. Jadi jangan berkecil hati. Kamu bisa mengasah keterampilan kamu membuat konten yang dapat memancing engagement sambil terus memperbesar jumlah followermu.

Untuk menarik perhatian brand agar bisa berpromosi melalui postinganmu, jumlah follower kecil apalagi di bawah 1.000 mungkin memang relatif sulit. Tapi tidak berarti kamu tidak bisa mulai mendapatkan penghasilan. BacktoBALI bisa menjadi solusi tepat buat kamu.

Social-Seller BacktoBALI

Untuk menjadi influencer yang dibayar berdasarkan jumlah posting melalui akun social medianya, meskipun memang ada parameter-parameter lain yang juga menjadi pertimbangan, jumlah follower hampir selalu menjadi salah satu parameter esensial.

Kalau jumlah followernya dianggap terlalu kecil, parameter lain akan diabaikan.

Nah kalau jumlah follower-mu masih terlalu kecil tetapi kamu ingin mendapatkan penghasilan sebagai influencer, cobalah untuk bergabung menjadi social seller BacktoBALI. Social selling merupakan salah satu bentuk influencer marketing yang memberikan kamu penghasilan dalam bentuk komisi penjualan yang kamu hasilkan dari promosi melalui postinganmu di social media.

Karena penghasilannya tidak dihitung per-posting, berapapun jumlah follower yang kamu miliki, kamu tetap memiliki potensi untuk mendapatkan penghasilan. Meskipun kamu hanya memiliki 10 follower, kalau ternyata dari satu promosi produk yang kamu posting itu, dua dari 10 followermu itu membeli, kamu masih tetap akan mendapatkan penghasilan.

Meskipun jumlah follower tetapi penting, untuk social seller itu bukan segalanya. Keterampilan membuat konten yang menarik sehingga orang mau membeli produk yang kamu promosikan melalui postinganmu di social media pengaruhnya jauh lebih besar.

Kalau jumlah follower-mu lebih banyak, tentu potensinya lebih besar lagi.

BacktoBALI selain menjadi wahana untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan kamu
di bidang influencer marketing, juga menghubungkan kamu dengan brand yang memiliki
produk-produk yang bisa kamu promosikan untuk mendapatkan komisi.

By admin