Mendapat Penghasilan Online dengan Menjadi Social Seller BacktoBALI

Kalau kamu aktif di social media dan memiliki banyak teman yang terhubung dengan kamu di portal social media yang kamu gunakan, kamu bisa jadi social seller dan bisa mendapatkan penghasilan tanpa batas dengan mempromosikan produk-produk Bali melalui social media kamu. Social medianya bisa apa saja. Facebook, Instagram, Tiktok, bahkan Whatsapp atau blog sekalipun.

Tapi kamu juga mesti ingat kalau sebagai social seller BacktoBALI.id kamu baru bisa mendapatkan penghasilan berupa komisi jika terjadi transaksi penjualan melalui link produk BacktoBALI.id yang kamu promosikan.

Penghasilannya bisa sangat besar. Bayangkan saja. Di Bali ada banyak hotel yang harga per malam bisa mencapai belasan juta rupiah. Kalau komisi yang mereka berikan kepada social seller yang berhasil menjualkan produknya misalnya 10% saja, kamu bisa menghasilan komisi lebih dari 1 juta rupiah jika satu orang teman Facebook atau follower Instagram kamu membeli voucher menginap untuk satu malam saja. Bagaimana kalau lebih dari satu orang? Bagaimana kalau lebih dari satu malam?

Padahal yang kamu lakukan hanya share link produk BacktoBALI.id lewat postingan di social media kamu.

Gampang banget ya dapat duit!

Ya nggak beget juga kali ya. Tetap harus ada usaha lebih dari cuma sekedar posting dan share saja. Karena kalau hanya sekedar share, jangankan membeli, bisa jadi followermu melirikpun tidak. Cuma sekedar share link produk kan keliatan banget jualannya. Sementara rata-rata orang itu paling males lho dijualin. Apalagi yang ngejualin itu temen sendiri.

Berikut adalah beberapa hal yang kamu perlukan sebagai modal agar aktivitasmu sebagai social seller bisa mendatangkan penghasilan tambahan bahkan menjadi profesi.

Mendapat Kepercayaan Follower

Selain bersosialisasi menjalin silaturahmi kamu juga harus membangun reputasi. Pastikan agar kamu menjadi sosok yang dipercaya. Bahwa apa yang kamu katakan selalu benar, didukung oleh data dan fakta yang akurat, bukan hanya sekedar gosip yang tidak berdasar. Boleh lho mengemukakan pendapat, bahkan melibatkan diri dalam gosip sekalipun. Tapi pastikan bahwa saat kamu melakukannya, harus jelas kalau itu memang baru sebatas opini atau hanya sekedar bumbu cerita.

Selain itu lewat posting yang kamu share maupun interaksi lainnya kamu harus membuat follower kamu parcaya bahwa kamu memiliki pengetahuan yang memadai dalam topik yang kamu bicarakan. Hanya mika meraka mendapat kesan kuat kalo kamu lebih tahu dari mereka, follower akan menjadikan kamu rujukan alias referensi.

Karena itu sembari tetap memastikan kamu sebagai manusia biasa dengan memposting hal-hal yang berhubungan dengan keseharian, joke, gosip, dan sejenisnya, kamu juga harus konsisten membagikan posting tentang topik yang kamu usung. Topik bahasan ini dalam terminologi digital marketing dikenal dengan sebutan “niche”.

  • Kamu harus punya niche yang jelas.
  • Kamu harus konsisten dengan niche yang kamu pilih.
  • Kamu harus menjadi referensi terpercaya pada niche yang kamu usung.

Jago Bikin Content

Hanya sekedar share link produk tidak akan membuat follower memperhatikan posting kamu apalagi membeli produk yang link-nya kamu share. Netizen nggak suka dijualin. Kalau yang ngejualin temen, mereka bukannya lebih toleran malah tingkat ketidaksukaannya berlipat. Mungkin mereka tidak akan protes dengan cara menegur apalagi marah. Tapi ya jangan harap juga akan dilirik.

Padahal kuncinya justru ada di lirikan itu.

Karena itu content yang monarki itu sangat penting untuk membuat orang melirik dan setelah melirik mengkodisikan perhatiannya agar saat mereka melihat link produk, mereka tidak lagi terasa sedang dijualin tapi justru diberi informasi yang mereka butuhkan.

Kenapa tiba-tiba link produk itu menjadi sesuatu yang mereka butuhkan?

Karena content yang kamu membuat mereka tartarik akan produk yang link pembeliannya kemudian kamu share itu.

Kita gunakan contoh kasus ya.

Misalnya saja kamu mal share link produk Ashyana Candidasa Resort yang terletak di tepi Pantai Candidasa. Tahu dong kelebihan Pantai Candidasa dibandingkan pantai-pantai lain di Bali? Ya, itu dia, air lautnya yang sangat jernih sehingga kita bisa snorkeling untuk menikmati keindahan panorama bawah laut tanpa harus jauh-jauh ke tengah laut. Cukup dengan nyebur di pantai saja sudah oke banget. Ya tentulah kalau naik perahu ke tengah, mencari spot yang mamang populer untuk snorkeling di lepas pantai, ceritanya pasti beda lagi.

Kamu pergi ke Candidasa, jalan ke bagian pantai yang berada di depan Ashyana Candidasa Resort, bikin video disitu. Videonya itu kamu keluar dari pintu hotel yang menghadap pantai sambil nenteng snorkel, berjalan di pantai sambil mengenakan snorkel, berjalan terus ke laut, berenang, lalu memvideokan juga pemandangan di bawah laut yang kamu lihat saat snorkeling itu.

Kamu posting sambil bilang di caption, enak banget nginep di Ashyana, kapanpun mau snorkeling tinggal jalan nyebur ke hantai di depan hotel.

Dengan cara itu kamu membangkitkan keinginan mereka untuk menikmati pengalaman yang kamu tunjukkan melalui video yang kamu posting. “Seru banget kayaknya, aku juga mau dong nginep disitu …” Padahal kamu sendiri nggak nginep lho, cuman bikin video di depannya doang. Hehehe. Tapi ya nggak apa-apa kan merka nggak tahu. Tanpa kamu tawari, hal berikutnya yang muncul di kepala mereka adalah pertanyaan “Booking dimana itu hotel?”

Ketika mereka melihat link produk yang kamu share, itu posisi kamu bukan menawarkan produk yang ingin kamu jual. Kamu menjawab pertanyaan mereka. Karena di kepalanya mereka sedang bertanya-tanya, dimana mereka bisa membeli produk yang ingin mereka beli.

Content yang bagus itu bukan video yang memenuhi standar sinematografi sekelas film bioskop, tapi yang bisa mempengaruhi pikiran, pilihan, dan keputusan membeli audience.

BacktoBALI.id

Lihai dalam Copywriting

Kamu punya follower dengan jalinan kosmunikasi yang baik. Kamu rajin posting dengan berimbang, antara posting sehari-hari yang seru-seruan, lucu-lucuan, ngomentarin gosip, mengekspresikan opini, dan lain-lain dengan posting yang membangun reputasi kamu pada niche yang kamu fokuskan. Follower kamu memiliki keyakinan kalau kamu secara pribadi orang yang bisa dipercaya dan memiliki pengetahuan mumpuni pada niche yang kamu usung. Kamu membuat content berkualitas yang menarik.

Bagus. Tapi belum cukup. Ini langkah penutup yang menentukan hasil akhir, kamu dapat uang atau boncos. Setelah kamu menarik parhatian mereka dan meningkatkan minat mereka, kamu harus bisa mengarahkan mereka untuk melakukan apa yang kamu inginkan, yatu click link produk yang kita share dan membelinya.

Gagal disitu, sia-sialah semua kerja kerasmu. Ya nggak beneran sia-sia sih. Karena tumpukan content yang kamu share itu kan juga membantu kamu membangun kredibilitas kamu sebagai influencer. Cuma ya tetep aja sih … anda belum beruntung.

By admin

One thought on “Modal ++ Social Seller”
  1. […] Tapi gadget, koneksi internet, dan akun social media itu modal dasar lho ya. Supaya aktivitasmu mempromosikan produk-produk merchant BacktoBALI.id itu bisa mengalirkan penghasilan yang oke Punta, ada modal lain yang juga harus kamu miliki. Apa saja “modal lain” yang kamu perlukan? Kita sudah pernah mendiskusikannya pada posting sebelumnya. Kalau belum atau mungkin sudah tapi lupa, kamu bisa membacanya lagi disini. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published.