Modal Menjadi Influencer Sukses

Modal untuk menghasilkan uang tidak selalu harus uang. Kalau kamu memang terbiasa aktif di social media, besar kemungkinan modal yang dibutuhkan untuk menjadi social seller yang sukses sudah kamu miliki, meskipun mungkin kamu belum menyadarinya. 

Kalaupun belum, modal untuk menjadi influencer sukses itu bisa kamu kumpulkan tanpa harus keluar uang. Banyak influencer memulai membelokkan aktivitasnya di social media menjadi influencer dengan membuat akun social media yang sama sekali baru sehingga modal untuk menjadikan akun itu influencer harus dibangun dari nol.

Kalau kamu mau menjadi influencer, mendapatkan penghasilan dengan mempengaruhi pilihan dan keputusan pembelian orang lain melalui social media untuk mendapatkan penghasilan, langkah pertama yang harus kamu ambil adalah menginventarisir modal apa yang kamu sudah miliki cukup dan modal apa yang masih kurang sehingga harus ditingkatkan dulu.

Bisa jadi hasil dari inventarisasi itu kamu malah memutuskan untuk membuat akun baru dan memulai semua dari awal. Kalau ini langkah yang kamu pilih, tentu kamu perlu upaya lebih keras untuk memulai langkahmu meniti karir sebagai influencer.

Lalu apa saja sih modal menjadi influencer sukses yang perlu dipersiapkan itu?

Modal Menjadi Influencer Sukses

Niche yang Jelas dan Potensial

Niche adalah bidang spesifik yang menjadi fokus kontenmu dan menjadi daya tarik followermu untuk terus terhubung. Jadi niche ini adalah segitiga antara kamu, kontenmu, dan follower kamu. Niche yang kamu usung jelas, kamu akan dinilai potensial untuk bekerjasama dengan brand mempromosikan produk yang sesuai dengan niche itu.

Karena kamu yang menjadi influencer, kamu yang di follow netizen lain, niche ini datangnya dari kamu. Kamu yang memilih niche kemudian membentuk lingkaran dimana konten yang kamu buat terhubung dengan erat dengan minat follower. Pastinya kalau kamu sudah lama eksis di platform social mediamu, niche kamu sudah terbentuk dengan sendirinya dari interest kamu sendiri.

Meskipun bisa saja dibuat, atau dibuat-buat, kamu akan bisa membangun komunikasi lebih efektif dengan follower kamu kalau niche yang kamu usung memang sesuai dengan karakter kamu. Datangnya bisa dari banyak aspek. Hobi, keahlian, atau profesi bisa menjadi sumber inspirasi yang tidak terbatas saat kamu membangun konten yang relevan dengan niche kamu.

Niche yang spesifik dan tergambar jelas, dari profil, dari konten, dari minat follower, dll. dapat membuat brand tertarik bekerja sama dengan kamu meskipun jumlah follower kamu tidak terlalu banyak.

Personal Brand yang Kuat

Personal brand kamu sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan followermu atas apa yang kamu ekspresikan melalui konten yang kamu bagikan. Tahu sendiri kan. Orang kalau sudah beneran percaya, kamu ngomong apapun diiyain aja diikutin aja. Kadang bahkan kalau kamu salah atau berniat buruk sekalipun.

Ada banyak hal yang membuat kamu dipercaya. Salah satunya adalah kepakaran pada niche yang kamu geluti. Misalnya nih, nichemu kecantikan. Kalau kamu memiliki gelar dokter spesialis kulit dan itu kamu tulis di profilmu, tingkat kepercayaan follower akan lebih tinggi. Kalau kamu memposting foto-foto saat kamu menerima penghargaan yang berhubungan dengan keahlianmu itu, tingkat kepercayaan follower akan semakin tinggi lagi.

Dalam situasi yang relevan, kondisi fisik kamu saja bisa membuat tingkat kepercayaan follower kepadamu lebih tinggi. Misalnya nih, niche kamu health & fitness, lebih spesifik bodybuilding. Kalau perutmu masih kekurangan 5 pack dari yang seharusnya, tentu kepercayaan follower susah terdongkrak.

Kalau kamu tidak punya legitimasi yang sahih untuk memperkuat personal brand kamu, nggak usah berkecil hati. Kalau kamu konsisten membangun konten berkualitas yang relevan dengan niche-mu, lama-lama tingkat kepercayaan followermu juga akan meningkat. Karena konten itu akan membuat followermu melihat kalau tingkat kepakaranmu di bidang itu mumpuni meskipun tidak terkonfirmasi dengan, misalnya, gelar akademis.

Ya nggak harus beneran pakar sih, yang penting follower menangkap kesan kuat kalau kamu lebih paham dari kebanyakan orang. Nggak harus tingkat dewa tapi setidaknya mastah-lah. Kalau kamu posting-posting konten tentang niche tertentu tapi follower justru menangkap kesan kamu seperti nubi yang sok tahu … ambyar sudah!

Banyak kan influencer sukses di niche beauty yang banyak membahas hal-hal berkaitan dengan skincare padahal bukan dokter spesialis kulit?

Follower Banyak dan Berkualitas

Jumlah follower yang banyak mungkin memang bukan segalanya dalam influencer marketing. Apalagi saat ini brand semakin menyadari kalau engagement nano dan micro-influencer itu terbukti lebih baik daripada macro-influencer. 

Jadi ada parameter kedua selain jumlah, yaitu kualitas.

Mungkin kamu kemudian bertanya-tanya. Follower yang berkualitas itu seperti apa? Kamu bisa mengenalinya dengan pengamatan sederhana. Misalnya melihat engagement mereka terhadap konten yang kamu post. Kalau dalam Instagram ada like, comment, atau save misalnya. 

Kalau kamu punya follower 500 dan rata-rata setiap kamu posting ada 50 orang yang like dan 10 orang yang comment, artinya kualitas follower kamu lebih tinggi daripada akun yang punya 5.000 follower dan setiap posting yang like dan comment jumlahnya sama atau hanya sedikit lebih tinggi. Kamu juga bisa secara acak melihat profil masing-masing follower kamu. Aktivitas mereka sendiri seperti apa?  Berapa lama dia sudah aktif? Berapa banyak follower dan following-nya? Seberapa sering mereka posting? Bagaimana reaksi follower terhadap content yang dia post? 

Tapi kamu juga tetep nggak boleh lupa kalau jumlah tetap penting. Kalau kualitas followernya sama, mana lebih bagus, yang jumlahnya lebih banyak atau sedikit? Jelas kalau kualitasnya sama, banyak lebih baik daripada sedikit.

Kenapa kualitas follower penting?

Karena algoritma Instagram dibuat sedemikian rupa sehingga semakin bagus engagement postingan-postingan kamu, akan semakin banyak follower yang melihat setiap posting yang kamu buat. Sementara di sisi lain yang diinginkan brand dengan bekerjasama dengan influencer itu juga bukan sekedar di-share tetapi engagement follower si influencer terhadap konten yang di-share itu. 

Karena itu meskipun mungkin sangat menarik karena murah dan mudah, jangan pernah membeli follower ya!

Konten Berkualitas

Meskipun jelas kamu pasti juga memiliki pandangan sendiri terhadap konten di akun social media kamu, konten berkualitas itu ukurannya bukan selera kamu lho ya.

Konten berkualitas itu ukurannya reaksi follower kamu.

Memang mungkin kamu nggak akan bertanya pada followermu satu per satu. Tapi kamu bisa melihat dari reaksi followermu. Sekali lagi, ukurannya engagement. Kalau di Instgram, berapa banyak yang like. Berapa banyak yang comment. Berapa banyak yang save. 

Kalau bicara comment, kamu juga mesti menganalisa comment-comment yang kamu dapatkan. Apakah followermu menunjukkan kesana kalau kontenmu memang membantu mereka menyelesaikan masalah yang mereka hadapi, misalnya. Atau konten kamu memberi mereka inspirasi sehingga mereka bisa melakukan sesuatu dengan lebih baik. 

Pernah nggak kamu memperhatikan komentar-komentar pada konten yang di share mega-influencer yang memiliki follower ratusan ribu bahkan jutaan. Artis terkenal misalnya. Banyak komentar yang isinya justru numpang jualan kan? Komentar follower di postingan-postingan kamu nggak begitu kan?

Sebagai parameter engagement, comment memiliki nilai yang lebih tinggi dari sekedar like. Save tentu lebih baik lagi, karena itu menunjukkan followermu menganggap konten yang kamu share penting sehingga mereka merasa perlu untuk menyimpannya.

Bisa Bikin Konten Bagus

Yang satu ini erat hubungannya dengan konten berkualitas tadi. Mega-influencer, celebrity-influencer, mungkin kontennya dibuat oleh tim produksi profesional yang terdiri dari orang-orang yang memiliki keahlian khusus di bidangnya masing-masing. 

Tapi kamu ceritanya lain kan. Dengan follower ratusan, ribuan, atau mungkin puluhan ribu, mungkin kamu masih harus membuat konten kamu sendiri.

Sementara di sisi lain, aneka riset yang dilakukan banyak lembaga terkemuka menunjukkan bahwa netizen lebih mempercayai konten yang dibuat sendiri oleh influencer daripada konten yang dibuat brand. Artinya kalau sebagai influencer kamu cuma nge-share content yang dibuat brand, kamu tidak akan bisa memaksimalkan engagement apalagi konversi dari follower kamu.

Artinya membuat konten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kamu sebagai seorang influencer. Kalau kamu mau content kamu menghasilkan engagement bahkan konversi, jelas konten kamu harus bagus. Harus menarik, menghibur, mengedukasi, memberi informasi bermanfaat, menginspirasi, dan sebagainya.

Kamu punya kemampuan membuat konten yang bagus? 

Kalau belum, itu salah satu keterampilan yang harus kamu pelajari dan kembangkan terus.  Jangan khawatir. Nggak ada yang nggak bisa dipelajari koq. Kalau sudah, kamu juga harus mengasahnya terus.

Pinter Copywriting

Copywriting juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konten, terutama saat kamu ingin membuat followermu melakukan sesuatu sesuai, misalnya membeli sesuatu yang membuat kamu bisa mendapatkan komisi.

Konon sebuah foto bisa bercerita lebih banyak dari 1000 kata. Bagaimana dengan video yang setiap detiknya terdiri dari setidaknya puluhan foto? 

Nggak salah sih. Mungkin itu salah salah satu alasan mengapa netizen sekarang lebih menyukai Instagram daripada Twitter. Masalahnya kalau hanya sekedar gambar, foto, atau video, biasanya orang hanya sekedar tertarik, suka, kagum, tapi tidak melakukan sesuatu.

Misalnya. Kamu posting foto panorama sunset yang cantik lewat jendela kamar. Follower kamu tertarik. Follower kamu suka. Follower kamu kagum. Mungkin kamu akan mendapatkan banyak like. Tapi kalau kamu berharap follower kamu membeli voucher hotel yang kamarnya kamu posting itu, kamu harus mengatakannya.

Itulah peranan copywriting.

Jadi kalaupun yang kamu share itu foto, video, bukan teks, kamu tetap harus memiliki keterampilan membuat copywriting yang bisa menggerakkan followermu untuk melakukan hal yang kamu inginkan. Apakah nantinya tulisan itu menjadi caption berbentuk teks, tulisan yang ditempelkan pada foto atau video, atau narasi yang muncul sebagai suara pada video.

Koneksi dengan Brand atau Produk

Biasanya awal dari jalinan hubungan antara brand dan influencer itu satu arah. Brand yang mencari dan menghubungi influencer yang menurutnya cocok untuk diajak bekerjasama. 

Lalu bagaimana brand mencari dan memilih influencer yang akan diajaknya untuk bekerjasama? Brand punya parameter tertentu sih. Tapi lagi-lagi biasanya yang membuat brand tertarik untuk meneliti lebih lanjut dengan menganalisa parameter-parameter lain, awalnya dari parameter yang paling mudah dilihat. Apalagi kalau bukan jumlah follower.

Kalau sudah begitu, bagaimana nano dan micro-influencer bisa terhubung dengan brand? Mau dateng ke kantornya kemudian meminta untuk bertemu dengan orang yang bertanggung jawab soal rekrutmen influencer?

Ide bagus! 

Biasanya kalau menggunakan macro-influencer yang followernya banyak dan harganya mahal, brand berhubungan dengan satu atau beberapa saja. Jadi urusannya nggak ribet-ribet amat. Mereka bisa urus sendiri.

Tapi untuk menggapai reach yang sama dengan menggunakan nano atau micro-influencer mereka harus menggunakan banyak influencer. Kalau sudah begini mereka biasanya menggunakan kepanjangan tangan. Management influencer atau yang lebih sederhana group-group influencer. Lewat management atau group itulah influencer bisa mendapat job.

Tapi menemukan management atau group tempat kamu bisa bernaung juga nggak selalu mudah sih. Lagi-lagi, apalagi kalau profil kamu belum cukup meyakinkan. Akunnya masih baru. Postingnya belum cukup banyak. Jumlah follower masih terlalu sedikit, dll.

Tapi jangan khawatir …

Sekarang sudah ada koq solusinya. Gabung aja jadi social seller BacktoBALI.id Nggak ada yang tanya follower kamu berapa, sudah berapa lama aktif, niche kamu apa, engagement rate kamu berapa persen, dan segala tetek bengek lainnya.

Kamu akan bisa langsung ikut mempromosikan produk-produk merchant BacktoBALI.id Kalau ada follower kamu yang membeli produk merchant lewat link yang kamu promosikan, komisinya langsung masuk ke akun kamu.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.