Manfaat Influencer Marketing

Mungkin kalian masih ingat jamannya kita dan keluarga berkumpul untuk menonton televisi bersama, setiap malam. Ritual itu bukan hanya milik keluarga kita saja, hampir semua keluarga lain juga begitu. Bahkan mereka yang belum punya televisi pun numpang nonton di rumah tetangga.

Pada saat itu hampir semua mata menonton televisi. Karena itu banyak brand memilih beriklan di televisi. Meskipun biaya beriklan di televisi itu luar biasa mahalnya, mereka tetap beriklan. Karena itulah media dimana pesan pemasaran yang disampaikan brand dapat menjangkau audience secara luas.

Tapi sekarang sudah semakin jarang orang yang menonton televisi. Yang punya televisi pun nontonnya bukan siaran televisi tapi mungkin Youtube atau Netflix. Sekarang orang tidak lagi berkumpul di depan televisi.

Data yang dilansir Nielsen menunjukkan dalam 3 tahun terakhir penduduk Indonesia yang menonton televisi berada di kisaran 10% saja.

Lalu dimana sekarang mereka berkumpul?

Data menunjukkan bahwa tahun 2022 ini, 191 juta penduduk Indonesia adalah pengguna aktif social media. Penduduk Indonesia sendiri per 25 April 2022 sebanyak 278.752.361 jiwa. Sekitar 70% penduduk Indonesia berkumpul di social media. Bandingkan dengan hanya 10%-an saja yang masih berkumpul di depan televisi.

Adagium bisnis dari yang tak lekang dimakan zaman, dari zaman kuda gigit besi sampai sekarang masih tetap berlaku, mengatakan “Dimana ada kerumunan disitulah kalau kamu jualan bisa cuan”.

Lalu brand berbondong-bondong ikut pindah ke media sosial. Sayangnya ternyata warga social media ternyata memiliki perilaku yang berbeda. Platform-platform social media melihat kesulitan brand memaksimalkan program-program pemasaran mereka di social media sebagai kesempatan. Lalu hadirlah fasilitas-fasilitas periklanan berbayar di hampir semua platform social media.

Tetapi membayar iklan di platform social media itu hanya bisa menjangkau audience lebih banyak. Tetapi besarnya biaya yang dikeluarkan dan luasnya jangkauan yang diraih tidak berbanding lurus dengan engagement apalagi konversi.

Brand awareness mungkin terbangun, tapi penjualan tidak terjadi.

Manfaat Influencer Marketing Bagi Brand

Netizen tidak mempercayai pesan-pesan pemasaran yang disampaikan brand. Iklan-iklan yang dikampanyekan brand dengan budget raksasa melalui social media tidak mempengaruhi pilihan mereka saat membeli suatu produk.

Netizen lebih mempercayai “bisikan” pengguna social media lain, terutama yang terhubung dengannya dalam bentuk pertemanan di platform social media yang digunakannya. Bisikan ini tidak hanya berbentuk saran yang disampaikan secara langsung. Posting pengguna social media lain yang mengemukakan pendapat atau menunjukkan pengalaman positif tentang suatu produk, jauh lebih berpengaruh bagi mereka.

Hal yang wajar sebenarnya. Karena semakin dekat hubungan personal kita dengan seseorang, semakin berpengaruh sarannya terhadap pilihan dan keputusan kita.

Contoh saja. Misalnya nih, kamu sedang mempertimbangkan untuk membeli produk kecantikan. Katakanlah produk skincare misalnya. Di social media kamu, ada tiga macam sumber bisikan yang kamu dapat:

  • Kamu mungkin sering melihat posting berlabel “Sponsored” dari brand-brand skincare. Kamu langsung tahu dong, itu iklan.
  • Lalu ada juga artis-artis terkemuka yang memang dari dulu terkenal cantik dan glowing memamerkan produk-produk skincare. “Oh endorse”, gitu kira-kira kamu mikirnya ya?
  • Lalu ada teman yang kamu kenal baik, memposting foto selfie sambil bercerita kalau sebulan terakhir ini dia menggunakan produk skincare tertentu. Anda melihat kalau foto selfie yang dia posting itu memang kulitnya tampak jauh lebih cerah dari sebelumnya. Kamu tahulah kulit wajahnya sebulan lalu, kan kamu memang kenal.

Mana yang mempengaruhi pilihan kamu saat akhirnya kamu membeli produk skincare buat kamu sendiri? Posting brand? Postingan artis? Atau postingan temanmu?

Pasti postingan temanmu kan? Meskipun mungkin kulit wajah temanmu yang dipostingnya itu nggak se-glowing kulit wajah artis yang memposting endorse atau model di iklan brand.

Itu nggak mengagetkan. Pakar dan praktisi marketing memang sudah sangat faham. Saran teman mendapat tingkat kepercayaan paling tinggi. Endorse artis berada di posisi berikutnya. Yang paling rendah tingkat kepercayaannya adalah iklan brand.

Itulah manfaat yang diperoleh brand dari influencer marketing.

Lewat influencer marketing, brand bisa lebih efektif mempromosikan pesan pemasarannya lewat perantaraan influencer, karena influencer lebih dipercaya followernya sehingga lebih mampu mempengaruhi pilihan dan keputusan pembelian audience.

Manfaat Influencer Marketing Bagi Influencer

Manfaat influencer marketing bagi influencer yang paling utama itu sebetulnya sederhana saja. Uang, penghasilan. Biasanya influencer mendapat penghasilan dengan hitungan per posting. Untuk setiap posting yang dilakukan influencer mewakili kepentingan brand melalui akun social medianya, influencer mendapatkan bayaran sekian rupiah.

Nilainya biasanya ditentukan berdasarkan beberapa parameter. Dimana parameter yang paling utama, tidak bisa dipungkiri, jumlah follower. Karena besarnya jumlah follower yang dimiliki influencer akan menjamin besarnya audience yang bisa dijangkau brand melalui influencer itu. Selain itu ada juga parameter-parameter lain yang juga ikut menentukan seperti engagement, niche, dll. Kita bahas lain waktu ya.

Tahu nggak, kalau untuk setiap posting melalui akun Instagramnya Cristiano Ronaldo, brand harus membayar sampai 1,7 juta dolar?

Tapi selain public figure papan atas berkelas dunia, CR7 juga merupakan orang pertama di muka bumi yang jumlah follower instagramnya melewati angka 400 juta. Lalu kalau kamu-kamu yang nggak terkenal dan follower instagram-nya hitungan ribuan bahkan cuma ratusan bagaimana nasibnya?

Dengan berbagai dasar pertimbangan, brand mulai melirik nano dan micro-influencer, jadi kalian yang jumlah followersnya sedikit tidak berarti kesempatannya tertutup sama sekali lho, malah makin terbuka lebar. Tapi urusan fee per-posting tentunya nggak bisa berharap besar dong. Bagaimanapun, jumlah follower tetap menjadi parameter paling diperhitungkan.

BacktoBALI.id

BacktoBALI.id memberi kesempatan pada influencer untuk mendapat penghasilan yang tidak terbatas meskipun jumlah followersnya tidak banyak. Yang penting postingan kamu bisa meyakinkan follower untuk membeli produk yang kamu promosikan.

Caranya gampang banget, tinggal kunjungi website BacktoBALI.id lalu daftar jadi social seller. Kamu sudah bisa langsung mempromosikan produk-produk merchant dari BacktoBALI.id dengan men-share link campaign masing-masing produk melalui postingan di social media.

Kalau followers membeli produk yang dijual dalam bentuk voucher melalui link yang kamu share, kamu akan langsung mendapatkan komisi. Makin banyak yang membeli, pastinya makin besar komisi yang kamu dapat.

Jumlahnya lumayan lho!

Kamu bisa mengatur sendiri, berapa banyak produk yang kamu share. Kamu juga bisa share produk yang sama berkali-kali. Dikombinasikan dengan kemampuan kamu mempengaruhi follower untuk membeli, jumlah komisi yang bisa kamu dapatkan bisa sangat besar, meskipun jumlah followers kamu tidak terlalu banyak.

Ya kalau followersnya banyak, kamu jago dan rajin membuat konten yang mempengaruhi follower membeli, sering share mempromosikan produk BacktoBALI.id, penghasilannya bisa lebih banyak lagi.

Dibandingkan dengan fee per share yang mungkin kamu dapat dengan jumlah follower yang nggak seberapa, lewaaat.

By admin

One thought on “Manfaat Influencer Marketing Bagi Brand dan Influencer”

Comments are closed.