Influencer Marketing Bagi Brand adalah Marketing to Influencer

Berbeda dengan bintang iklan dalam model pemasaran traditional, influencer tidak menyampaikan pesan pemasaran yang disiapkan brand sesuai dengan kemauan brand itu sendiri, tetapi menyampaikan pendapatnya sendiri mengenai produk brand yang dipromosikannya. Independensi inilah yang membuat influencer bisa menyampaikan pendapat yang otentik sehingga tingkat kepercayaan audience cukup tinggi dan tanpa disadarinya mempengaruhi persepsinya terhadap produk yang dipromosikan dan pada akhirnya mempengaruhi keputusan pembeliannya.

Independensi Influencer

Independensi influencer ini sangat penting karena netizen tidak percaya pada brand sehingga pesan pemasaran brand bukan hanya tidak mempengaruhi mereka tetapi sama sekali tidak marek pedulikan. Netizen hanya percaya pada jaringan pertemanan yang terhubung dengannya melalui social media. Netizen hanya percaya influencer yang diikutinya di social media. Sedikit saja netizen menangkap kesan kalau apa yang disampaikan influencer bukan pendapatnya sendiri melainkan pesan pemasaran brand, kepercayaannya akan hilang.

Perlu digaris bawahi disini supaya anda tidak salah memahaminya. Kalimat “Netizen lebih mempercayai influencer daripada brand.” itu salah. Yang benar adalah “Netizen tidak mempercayai brand.” dan “Netizen mempercayai influencer.”

Bisa merasakan perbedaannya?

Meskipun sama-sama anda bayar, influencer beda dengan bintang iklan. Bintang iklan berada di pihak brand yang “meminjam” personanya untuk menyampaikan pesan pesaran yang disiapkan brand. Yang disampaikan bintang iklan adalah suara brand. Di sisi lain, meskipun anda bayar, influencer memberikan pendapatnya sendiri tentang produk anda.

Brand tidak bisa memberikan pesan pemasaran yang anda siapkan untuk disuarakan influencer. Bahkan hanya sekedar mempengaruhi atau mengarahkan pendapat merekapun tidak bisa. Kalau bisa, artinya dia bukan influencer dan kerjasama anda dengan dia konteksnya bukan influencer marketing.

Anda sebagai brand harus memberikan ruang seluas-luasnya bagi influencer untuk menjaga independensinya. Bukan hanya untuk kepentingan influencer tetapi juga untuk kepentingan anda.

Marketing to Influencer

Karena influencer itu independent dan lebih berkepentingan untuk menjaga kepercayaan follower daripada menyenangkan brand meskipun brand membayar dia, influencer baru akan tartarik untuk mempromosikan produk kalau dia cukup yakin produk itu memiliki price v.s. value yang oke untuk followernya dan pasting relevan dengan niche-nya.

Influencer akan selalu berjalan dalam koridor yang jelas. Kalau dia merekomendasikan sesuatu yang kurang oke pada followernya, dia akan kehilangan kepercayaan dan kepercayaan yang hilang itu tidak mungkin dikembalikan dengan cara apapun.

Artinya dalam influencer marketing, anda sebagai brand harus meyakinkan influencer bahwa produk anda memiliki price v.s. value yang membuat influencer pede untuk mempromosikan pada followernya.

Anda memasarkan produk pada influencer.

Hanya kalau influencer bisa diyakinkan bahwa mempromosikan produk dalam bentuk rekomendasi kepada followernya tidak akan mengganggu kepercayaan follower kepadanya, influencer akan tertarik untuk bicara fee. Kalau tidak, berapapun brand menawarkan bayaran, dia tidak akan mau.

Idealnya lho ya.

Karena memang pada kenyataanya dalam profesi apapun akan ada sebagian kecil orang yang – for whatever reason – menjual atau setidaknya meresikokan kredibilitas profesionalnya untuk jumlah uang yang menurutnya cukup besar. Tapi kalaupun ada, next questionnya kan apakah anda mamang beneran tertarik bekerjasama dengan individu-individu yang seperti itu?

Sebagai bagian dari “marketing to influencers” itu, anda juga harus benar-benar memastikan kalau sebelumnya mulai mempromosikan, influencer memiliki pemahaman yang menyeluruh dan lengkap, sehingga pada saat influencer membuat content dan menyusun copywriting untuk bahan promosinya, pendapat yang dia kemukakan sebagai rekomendasi tidak menimbulkan efek negatif terhadap persepsi audience, terutama kepada brand image anda.

Begitu mereka tertarik dan menyepakati kerjasama dengan anda, influencer bebas menyusun narasi, membeberkan fakta, dan menambahkan opini dan anda tidak bisa mengatur apalagi memaksa mereka. Pada kenyataanya sebagai bagian dari independensi yang dimilikinya dan keberpihakan pada follower yang melekat pada profesinya, influencer tidak hanya akan terang-terangan memuji kelebihan produk anda tetapi juga akan lugas mengkritik kekurangannya.

Influencer Marketing oleh Social Seller BacktoBALI.id

Jadi bekerjasama dengan influencer dalam kerangka influencer marketing tidak membuat anda lepas dari tugas. Kalau anda menggunakan platform BacktoBALI.id untuk mempromosikan produk melalui social seller, tidak berarti begitu posting kemudian social seller akan beramai-ramai mempromosikan lalu penjualan akan mengalir dengan sendirinya.

Justru kalau anda memiliki asumsi seperti itu, kemungkinan besar anda tidak akan mendapatkan manfaat seperti yang diharapkan.

Campaign produk anda di BacktoBALI.id harus menarik untuk konsumen. Karena kalau tidak, sampai berbusa-busapun social seller berpromosi followernya nggak akan membeli. Campaign produk anda di BacktoBALI.id juga harus meyakinkan social seller kalau penawaran anda menarik dan memiliki price v.s. value yang baik untuk followernya. Barulah masuk parameter yang terakhir, komisi yang anda tawarkan harus cukup menarik untuk mengkompensasi upaya yang dilakukan social seller.

More …

Satu dua foto dan satu dua paragraf deksripsi mungkin tidak cukup untuk memberikan product knowledge yang memadai. Anda mungkin perlu menyediakan sumber informasi yang lebih komprehensif untuk membantu influencer mendapatkan product knowledge yang lebih baik.

Selain soal pendapat, saran, rekomendasi, netizen juga lebih menyukai content yang debut secure independent oleh influencer daripada content yang dibuat oleh brand. Artinya brand harus memotivasi dan memfasilitasi social seller untuk membuat content sendiri. Tidak harus diberi produk gratis koq. Misalnya kalau produk anda hotel, tidak kemudian mereka harus diberi fasilitas menginap gratis. Meskipun pastinya mereka akan suka. Cukup diundang datang, diajak keliling, sambil melihat-lihat sambil mengambil foto dan video.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.