Cara Menambah Follower Instagram

Influencer marketing merupakan cara baru brand membangun komunikasi dengan audience-nya melalui jaringan social media dengan menggunakan jasa influencer sebagai kepanjangan tangannya. Kalau sudah bicara komunikasi antara brand dengan audience, salah satu yang paling esensial adalah komunikasi pemasaran.

Untuk jasanya membantu brand menyampaikan pesan-pesar pemasaran kepada audience melalui social media, influencer mendapatkan penghasilan, dibayar oleh brand yang menggunakan jasanya.

Jadi jangan heran kalau kemudian banyak orang tertarik untuk menjadi influencer.

Kalau kamu salah satunya, baca terus ya!

Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih platform social media pilihanmu adalah mengikuti para “pemain” yang sudah lebih dahulu sukses dan mengikutinya. Bukankah pilihan yang dibuat oleh mereka yang memiliki pengalaman pasti ada alasan kuat yang melatarbelakanginya?

Tahukah kamu bahwa dari sejumlah platform social media populer yang ada saat ini, Instagram adalah platform yang paling banyak digunakan oleh brand untuk menjangkau audience melalui influencer marketing?

Jadi sepakat ya? Instagram!

Sebelum kita mulai berpikir untuk menyampaikan pesan dari brand dan mempromosikan produk brand pada audience, pastinya kita harus punya audience-nya dulu. Masing-masing platform social media punya istilah tersendiri untuk menyebut audience penggunanya. Dalam Instagram istilahnya adalah “follower”.

Kalau itu pastinya sudah tahu dong ya?

Konon, 70% penduduk Indonesia aktif di social media. Jadi hampir pasti kalau kamu juga punya akun social media. Bahkan mungkin tidak cuma satu, tapi setidaknya satu di masing-masing platform populer. Dan karena popularitas Instagram memang akhir-akhir ini terus menanjak, sepertinya kamu juga punya akun Instagram.

Kalau aktivitas kamu di Instagram cukup intensif, mungkin kamu sekarang sudah punya banyak follower. Kamu bisa tinggal gaspol memproduksi dan memposting konten jualan.

Jumlah follower kamu akan terus bertambah seiring
berjalannya waktu selama kamu konsisten memposting
konten-konten keren

Tapi kalau belum, entah karena baru membuat akun atau tadinya tidak begitu aktif sehingga jumlah follower kamu masih sedikit, lebih baik kamu fokus pada menambah jumlah follower dulu. Sayang kan kalau kita bersusah payah membuat konten bagus tapi audience yang dijangkau hanya sedikit karena follower kita masih sedikit.

Berikut ada beberapa tip cara menambah follower di Instagram yang bisa kamu ikuti.

1. Mantapkan Bio

Kadang kita langsung gaspol dengan posting konten berkualitas dengan harapan bisa menarik orang untuk melihat, berinteraksi, dan menjadi follower. Penting sih. Tapi jangan lupa kalau saat mereka melihat konten menarik, sebelum berinteraksi apalagi memfollow, mereka akan melihat dahulu siapa yang membuat konten itu, siapa yang kemudian dia follow itu.

Nama dan username merupakan hal pertama yang harus mendapat perhatian. Karena saat kamu dan akunmu mulai dikenal, sayang banget kalo tiba-tiba kamu menemukan alasan untuk mengubahnya. Kalau kamu tidak menggunakan namamu sendiri untuk akun itu tetapi nama brand, perusahaan, produk, atau keyword, perlu dipertimbangkan juga kemungkinan kalau halaman akunmu itu juga akan terindeks search engine.

Seperti nama dan username, foto profil selain harus menarik juga harus benar-benar menggambarkan apa yang kamu wakili melalui akun itu.

Website di bio adalah satu-satunya dimana kamu bisa memasang link yang bisa di-click. Di Instagram kamu tidak bisa membuat link yang bisa di-click pada postinganmu. Itu makanya kamu mungkin sering melihat postingan yang captionnya menyebut “Link-nya lihat di bio ya.” Kalau kamu mempromosikan produk, misalnya menjadi social seller BacktoBALI.id, link ke halaman produk yang kamu promosikan ditempatkannya disini.

Kalau ada banyak link ke sumber-sumber informasi atau halaman-halaman produk yang ingin kamu promosikan, kamu bisa menggunakan fasilitas tambahan seperti yang disediakan oleh Linktree.

2. Konsisten

Biasanya saat kita memulai sesuatu, kita akan sangat bersemangat di awal. Lama kelamaan kita mulai disergap rasa malas. Apalagi kalau hasil yang kita harapkan belum juga terlihat tanda-tanda akan tercapai.

Hal yang sama biasanya juga terjadi saat kita memulai aktivitas kita di social media, termasuk Instagram. Awalnya kita bersemangat. Sehari posting bisa berkali-kali. Lama-lama semakin jarang. Nanti saat melihat orang lain sukses, semangat kita timbul lagi, posting jadi sering lagi, lama-lama menurun lagi.

Kamu nggak harus posting banyak sampai berkali-kali setiap hari koq. Meskipun kalau kamu bisa menjaganya tetap konsisten, ya nggak apa-apa juga. Biasanya selain semangat yang naik turun, berusaha untuk konsisten dengan frekuensi posting yang terlalu tinggi membuat kita merasa tiba-tiba kehabisan ide. Selain itu beberapa riset menunjukkan bahkan frekuensi posting yang terlalu tinggi malah bisa kontraproduktif, justru membawa pengaruh negatif.

Ada banyak pendapat mengenai frekuensi ideal untuk posting di Instagram. Tetapi secara umum bisa disimpulkan minimal satu kali posting per hari dan maksimal tiga kali.

Kita juga harus memperhatikan waktu posting yang tepat.

3. Gunakan Penjadwal Posting

Mungkin ada hari-hari dimana kita tidak punya waktu untuk membuat konten. Mungkin ada saat-saat dimana aktivitas kita tidak memungkinkan untuk posting pada jam yang ideal. Untuk itu kamu bisa menggunakan fasilitas penjadwal posting.

Kamu bisa mengalokasikan waktu satu hari dalam seminggu untuk membuat konten dan menjadwalkan posting untuk seminggu ke depan. Atau bahkan bisa lebih panjang lagi, misalnya mengalokasikan tiga hari dalam sebulan untuk membuat konten dan menjadwalkan posting sebulan ke depan.

Penggunaan fasilitas penjadwal ini memastikan kamu selalu posting tepat waktu.

4. Jangan Beli Follower

Sebentar saja kamu mendalami social media marketing kamu akan tahu kalau kamu bisa membeli follower dengan harga yang sangat murah. Jauh lebih murah dibandingkan usaha yang harus kamu keluarkan untuk membangun basis follower beneran. Ada yang menjual 1000 follower hanya seharga 10 ribu rupiah saja. Bayangkan seberapa besar usaha yang harus kamu investasikan untuk mendapat 1000 follower beneran?

Lalu banyak yang terjebak melihat membeli follower sebagai cara menambah follower instagram yang mudah dan cepat … murah pula!

Mungkin mereka berfikir “Ya nggak apa-apalah, setidaknya gaya orang bisa liat kalau follower kamu banyak, bagus-bagus ada brand yang ngelirik kamu jadi influencernya …”

Ya nggak begitu juga.

Brand atau konsultan brand yang menyelenggarakan influencer marketing campaign bisa dengan mudah mendeteksi kalau sebagian, sebagian besar, atau malah semua followermu yang jumlahnya besar itu follower beneran atau follower abal-abal yang kamu beli.

Follower beneran akan menghasilkan engagement, sementara follower abal-abal tidak akan menghasilkan engagement.

Saat posting pada akun yang punya follower besar itu sepinya kayak kuburan, krik krik krik, nggak ada yang like, nggak ada yang comment, nggak ada yang share, kita bisa dengan mudah menebak dari mana datangnya follower yang jumlahnya banyak itu. Lalu secara acak kita bisa buka profil follower-followernya itu. Kalau kita lihat kebanyakan followernya itu nggak pernah posting, nggak punya follower, following-nya alakadarnya, sudah bisa dipastikan kalau itu follower abal-abal.

Kamu tahu dong, kalau algoritma social media membatasi hanya sekian persen dari followermu melihat postinganmu. Prosentase ini meningkat jika postingan-postinganmu menghasilkan engagement yang tinggi. Sebaliknya akan menurun jika postinganmu tidak menghasilkan engagement.

Jadi paham kan kenapa membeli follower itu nggak lebih dari sekedar “jebakan Batman”?

5. Ikuti Keinginan Audience

Prinsip sederhananya adalah audience akan memfollow akunmu kalau mereka tertarik dengan postingan-postinganmu. Jadi biar followemu bertambah banyak, kamu harus konsisten memproduksi dan memposting konten menarik.

Skenarionya biasanya nggak beda-beda amat. Mereka melihat postinganmu. Mereka yang melihat postinganmu dan tertarik, akan melihat profilmu. Disana selain mengenali profilmu mereka akan “stalking”, melihat postingan-postinganmu yang lainnya. Kalau mereka melihat banyak postingan-postinganmu yang menarik, mereka akan memfollow.

Nanti kita akan bahas bagaimana membuat konten yang menarik sehingga postinganmu menghasilkan engagement yang tinggi, entah itu like, comment, share, atau follow.

6. Gunakan Hashtag yang Tepat

Mungkin kamu kemudian bertanya-tanya. Followermu saja cuma sedikit. Lalu algoritma Instagram membatasi hanya sekian persen saja dari followermu yang melihat postinganmu.

Belum lagi di timeline followermu, postinganmu itu akan dengan cepat tertumpuk postingan dari akun-akun lain yang juga dia follow. Pada saat followermu membuka Instagram, mungkin postinganmu sudah tertumpuk sedemikian dalam sehingga sampai dia berhenti nge-scroll, postinganmu belum ketemu juga.

Lalu siapa yang mau melihat konten yang susah payah kamu bikin itu?

Disinilah hashtag mengambil peranan penting. Karena karena melalui hashtag ini mereka yang belum memfollow akun kamu juga bisa melihat konten yang kamu post.

Tahu kan hashtag?

Itu lho, kata-kata yang didahului dengan tanda #, misalnya #bali. Jika hashtag terdiri dari lebih dari satu kata, maka kata-kata itu disambung tanpa spasi, seperti #pantaijimbaranbali. Sebetulnya fungsinya adalah memudahkan pengguna untuk melakukan pencarian, menemukan sesuatu dari lautan postingan yang sesuai dengan topik atau kata-kata tertentu yang secara spesifik dia cari.

Mirip seperti keyword dalam SEO? Ya kurang lebih.

Kalau konten yang kamu post ditandai dengan hashtag #bali, maka saat pengguna lain melakukan pencarian dengan menggunakan hashtag #bali, postinganmu akan muncul. Ya kurang lebih begitulah teorinya. Meskipun kenyataanya kalau kamu menggunakan hashtag yang terlalu populer, postinganmu mungkin juga akan terkubur oleh banyak postingan lain yang menggunakan hashtag yang sama.

Jadi kalau dalam SEO kita disarankan untuk memilih keyword long tail, begitu juga dengan penggunaan hashtag di Instagram.

Misalnya, saat artikel ini ditulis, pencarian dengan hashtag #bali itu menghasilkan 69,8 juta post. Seberapa besar kemungkinan postingan kamu terlihat pengguna kalau kamu menggunakan hashtag itu? 1 / 69.800.000 alias 0,0000014%.

Jadi kita harus bisa memilih hashtag yang tingkat kompetisinya tidak terlalu tinggi tetapi yang menggunakannya untuk pencarian banyak.

Untuk membantu kamu menemukan hashtag yang cocok, kamu bisa menggunakan hashtag analytics tool. Salah satu diantaranya yang disediakan oleh Sprout Social.

By admin