Tool Copywriting BacktoBALI.id

Kalau selama ini kamu menggunakan social media hanya untuk bersosialisasi saja, mungkin kamu tidak perlu terlalu banyak berpikir. Cukup mengekspresikan pikiran dan perasaan seperti dalam kehidupan sehari-hari saja.

Tapi kalau mau serius menghasilkan uang dari aktivitasmu di social media, ceritanya jadi jauh berbeda. Kamu harus berpikir keras karena kalau sudah begitu tentunya sekedar posting saja nggak cukup.

Masing-masing platform social media memiliki karakter tersendiri yang harus diikuti oleh penggunanya. Jelas ada hal-hal yang mungkin secara spesifik harus kamu perhatikan pada masing-masing platform tersebut. Berdasarkan format, ada platform dimana kamu bisa menggunakan video, foto, tulisan, atau kombinasi diantara ketiganya.

Tapi biasanya untuk aktivitas social media yang bertujuan komersial, kita tidak hanya cukup memperlihatkan sesuatu yang menarik saja. Misalnya foto pemandangan indah atau produk fashion yang cantik misalnya. Harus ada elemen dimana kita menyampaikan pesan dan itu biasanya berbentuk tulisan. Entah itu dimasukkan ke dalam elemen grafis menjadi tuisan pada video atau foto, atau sebagai caption, tulisan yang menyertai video atau foto itu.

Kalau format kontennya video, kita bisa saja menyampaikan pesan itu dalam bentuk suara. Tapi biasanya biasanya sih untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, konten videopun tetap disertai tulisan. Hal yang tidak diinginkan sepeti apa sih? Seperti misalnya perangkat yang digunakan untuk mengakses karena alasan tertentu suaranya dimatikan.

Caption yang Bagus Seperti Apa?

Dua hal penting yang diperlukan oleh konten agar tujuan komersialnya tercapai.

Yang pertama sering disebut IMPRESSION. Hafal dong bagaimana cara orang, termasuk kita, membuka social media. Kalau kita mengakses memakai smartphone, seperti yang dilakukan sebagian besar pengguna social media, jempol kita hampir tidak berhenti nge-scroll, terus bergerak ke bawah.

Biasanya jempol kita tidak behenti nge-scroll sampai tiba-tiba mata kita melihat atau selintas membaca sesuatu yang sangat menarik perhatian kita. Konten yang mampu menghentikan jempol kita biasanya disebut memiliki “stopping power”.

Konten kita harus punya stopping power. Sangat menarik sehingga si pengguna menghentikan jempolnya untuk memberi perhatian pada konten kita.

Sering kali konten yang punya stopping power ini berformat multimedia, video, foto atau gambar. Tapi untuk platform social media yang meingkinkan kita memposting teks seperti Facebook, tulisan bisa punya stopping power yang kuat juga. Atau kalau pada platform social media yang mengharuskan kita memposting konten multimedia, tulisan itu bisa disipkan menjadi bagian dari konten grafis.

Parameter kedua dikenal sebagai ENGAGEMENT. Ini adalah saat dimana pengguna social media yang berhenti scrolling karena melihat content kita kemudian tertarik untuk melakukan sesuatu. Masing-masing platform social media punya engagement-nya sendiri. Misalnya di Facebook ada Like, Comment, dan Share. Di Instagram ada Like, Comment, Share via DM, dan Save, di Twitter ada Comment, Retweet, Love, dan Share via DM, dll.

Selain hal-hal tadi, ada hal lain yang bisa juga digolongkan sebagai engagement meskipun oleh sebagian kalangan dimasukkan ke dalam kategori sendiri yang mereka sebut CONVERSION.

Itu adalah tindakan yang secara finansial menguntungkan kita, misalnya membeli produk yang kita promosikan melalui posting yang kita buat.

Jadi kalau kita ingin mendapatkan penghasilan melalu aktivitas social media, postingan kita harus memiliki impression dan engagement yang tinggi. Harus dua-duanya, tidak bisa hanya salah satu. Karena kalau hanya salah satu, konversinya tidak akan terjadi. Apalagi kalau dua-duanya tidak.

Menguji Apakah Caption Kita Cukup Bagus

Cara membuat caption kita akan bahas di postingan lain ya. Tapi untuk membantu kamu menguji, memastikan bahwa content yang kamu buat sudah cukup bagus, punya impression dan engagement yang tinggi, BacktoBALI.id menyediakan toolnya.

Tool itu bisa diakses di https://backtobali.id/hacktool

Scroll sedikit ke bawah sampai kamu menemukan kotak berjudul “Masukkan Kata Kunci Copywriting Anda”. Bisa diketik langsung disitu, bisa juga diketik dengan aplikasi lain lalu dicopy-paste disitu. Kalau sudah selesai tinggal click tombol ANALISA di bawahnya. Lalu tunggu sebentar. Beri waktu server untuk memproses.

Setelah proses selesai anda akan mendapatkan tiga angka. Yang pertama di bagian atas dengan kotak berlatar belakang merah ada nilai rata-rata kualitas copywriting kamu. Di sebelah kanan ada saran-saran yang bisa kamu ikuti untuk memperbaiki nilainya.

Sementara kalau scroll terus ke bawah kamu akan menemukan dua angka yang masing-masing menunjukkan nilai untuk aspek engagement dan nilai untuk aspek impression.

Kalau captionmu mendapat nilai kecil, jangan berkecil hati. Sempurnakan terus sampai mendapat nilai cukup tinggi.

By admin