Apa Untungnya Jadi Social Seller?

Konon, hidup itu soal pilihan, dan pilihan itu datangnya dari selera masing-masing. Yang menarik menurut kita, belum tentu menarik bagi orang lain. Begitu pula sebaliknya. Bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan apa lagi ditempeli label benar, salah, tidak juga di tengah-tengah.

Menjadi influencer juga begitu. Tentu ada banyak kelebihan, tapi ada juga kekurangannya. Artinya tidak semua orang cocok untuk menjalaninya. 

Bagi mereka yang cocok, influencer marketing bukan hanya bisa mendatangkan uang dan menjadi sumber pendapatan sampingan. Kamu bisa menjadikan influencer sebagai karir dan profesi. Artinya sebagian besar waktu, pikiran dan perhatianmu akan diinvestasikan disini, dan sebagai imbalannya sebagian besar pendapatan untuk memenuhi biaya dan gaya hidup kamu dihasilkan dari sini juga.

Apa Saja Untungnya Jadi Influencer?

Sekarang ayo kita daftar yuk, apa saja sih untungnya menjadi influencer itu? Siapa tahu kalau sudah mendapatkan gambaran untungnya menjadi influencer, kamu akan semakin serius, semakin konsisten, dan tidak setengah-setengah lagi.

Penghasilan

Dari sekian banyak pekerjaan dan profesi di dunia ini, sepertinya satu hal yang hampir selalu menjadi prioritas utama adalah penghasilan. Wajar saja sih. Karena kita bukan membicarakan aktivitas social media hanya sekedar untuk bersosialisasi tetapi kegiatan usaha, dimana setiap menit waktu yang kita sediakan, setiap tetes keringat yang kita keluarkan harus terkonversi menjadi sekian rupiah penghasilan.

Setiap kali posting melalui akun Instagramnya yang memiliki follower lebih dari 400 juta itu, mega bintang sepak bola Cristiano Ronaldo diperkirakan mengantongi sekitar 1,7 juta dolar. Rupiahkan sendiri ya. Padahal baginya itu hanya sekedar penghasilan tambahan karena kita semua tahu profesi yang digeluti dengan 110% waktu, tenaga, dan pikirannya.

Ya memang mungkin kamu nggak akan mendapatkan penghasilan sebesar itu. Bintang sekelas Ronaldo tidak banyak, dan brand yang sanggup membayar dengan angka yang bikin kita menahan nafas juga nggak banyak. Tapi setidaknya kamu tahu kalau brand bersedia mengeluarkan uang untuk jasa influencer mempromosikan pesan-pesan pemasarannya melalui social media. 

Kecuali kamu sosok terkenal dalam bidang tertentu meskipun mungkin nggak sekelas Ronaldo, jalan yang kamu tempuh untuk membangun karir sebagai influencer mungkin akan berbeda. Tapi hasil yang diharapkan ya sama saja, uang, meskipun mungkin jumlahnya lebih receh.

Setidaknya ada dua model dimana kamu sebagai influencer bisa mendapatkan uang dengan menyampaikan pesan pemasaran atau mempromosikan produk brand.

Pertama kamu mendapatkan uang karena kamu memposting konten sesuai dengan kepentingan brand. Bukan berarti kamu memuat konten yang disediakan brand melalui akun social mediamu. Itu namanya advertising alias iklan bukan influencer marketing. Kamu membuat konten sesuai dengan gaya dan pikiranmu sendiri, tapi mewakili kepentingan brand. Misalnya saja membuat review produk yang dijual brand.

Kamu akan mendapatkan sekian rupiah setiap posting. Bisa juga dipaketkan sekian rupiah untuk sekian kali posting dalam rentang waktu sekian lama. 

Brand akan menganalisa dulu profil kamu maupun follower kamu, untuk memastikan bahwa mereka akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan parameter-parameter yang ditetapkan. Misalnya mereka mengharapkan reach sekian, engagement sekian, dll. Hasil analisa itu juga menentukan berapa harga yang akan dibayarkan untuk jasamu.

Artinya untuk mendapatkan job, kamu harus memenuhi kriteria yang mereka tetapkan.

Model lain adalah dalam bentuk komisi yang diberikan jika promosi yang kamu lakukan menghasilkan penjualan. Dalam model ini, biasanya brand tidak terlalu pusing memilih influencer yang akan diajak bekerja sama. Siapa saja boleh ikut. Karena brand memang tidak membayar influencer untuk posting.

Brand baru mengeluarkan uang kalau dari postingan yang dibuat influencer, terjadi penjualan.

Mungkin kamu kemudian berpikir “Wah rugi dong, susah-susah bikin konten, setelah diposting, belum tentu menghasilkan uang”. Tidak sepenuhnya salah. Tapi perlu juga diingat bahwa potensi penghasilan dari satu posting bisa tidak terbatas. Berapa orang yang beli. Berapa total jumlah pembeliannya. Berapa komisinya. Bisa jadi jauh lebih besar dari penghasilan yang didapat dalam model pembayaran per post.

Untuk mendapat penghasilan besar, kuncinya bukan pada jumlah follower tapi kemampuan membuat konten menarik dan menulis copywriting yang menghasilkan konversi.

Jika ditekuni serius, aktivitas sebagai influencer bisa menghasilkan pendapatan yang mencukupi kebutuhan hidup sehingga kamu bisa menjadikannya profesi alias mata pencaharian utama, bukan sampingan.

Kebebasan

Hal menarik dari profesi influencer adalah kebebasan yang didapatkan dalam menjalani profesi itu. Alih-alih terikat waktu dan tempat, seperti harus datang ke kantor dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, misalnya, influencer bisa bekerja kapan saja dan dimana saja.

Tapi jangan salah arti lho ya. Bebas bekerja kapan saja dan dimana saja itu artinya kamu harus tetap bekerja, bukan 4D alias diam-diam dapat duit. Bahkan kalau kamu serius menjalani profesi ini, bisa saja kamu justru bekerja lebih dari 8 jam per hari atau 40 hari per minggu yang umum menjadi standar jumlah jam kerja seorang pegawai. 

Hanya saja alih-alih harus bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, kamu bisa memilih mulai dari siang sampai malam misalnya. Atau tidak terikat harus bekerja di kantor tapi bisa dimana saja, di rumah, di cafe, atau dimanapun selama ada tempat yang nyaman dan koneksi internet yang mumpuni.

Kebebasan ini bisa membuat kamu lebih bisa menjaga mood untuk tetap kreatif selain bisa mempermudah kamu menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesi. Misalnya saja kalau kamu punya anak, kamu bisa bebas menyisipkan waktu untuk antar jemput anak sekolah di antara aktivitas profesionalmu.

Apakah kebebasan ini sesuai dengan kepribadian kamu?

Belum tentu juga lho ya. Bagi sebagian orang, kebebasan membuat mereka jadi menjadi lebih kreatif dan produktif. Tetapi ada juga orang yang disiplin dirinya terlalu lemah sehingga kebebasan membuatnya jadi malas belajar, berpikir dan bekerja. 

Kebanggaan

Seperti banyak profesi lainnya, influencer juga bisa memberi kamu kebanggaan. Bahkan karena influencer itu bergerak di dunia maya yang tidak mengenal sekat dan batasan, kamu bisa menjadi orang terkenal kalau content yang kamu sebarkan mendapat sambutan positif dari followermu.

Jangan lupa, di ranah social media kita mengenal viral effect yang membuat konten kamu, termasuk kamu sebagai pembuatnya, menyebar jauh keluar dari lingkaran followermu.

Bukan cuma artis, atlet, atau profesi-profesi prestisius sejenis itu saja yang bisa membuat orang terkenal. Influencer juga bisa membuat kamu terkenal.

Keuntungan Lain

Semakin berkembang karir kamu sebagai influencer profesional, kamu akan mendapatkan banyak keuntungan lain. Misalnya saja produk-produk yang disediakan gratis oleh brand untuk kamu coba dan kamu pakai supaya sebagai influencer kamu bisa membuat review yang lebih objektif. 

Kalau kita bicara produk gratis, bentuknya bisa macam-macam, tergantung niche-nya. 

Misalnya gadget. Lumayan lho, mahal barangnya. Kalau otomotif, biasanya sih nggak dikasih, paling banter dipinjami. Tapi kalau kamu terjun pada profesi influencer ini awalnya dari hobi, kamu memang hobi otomotif misalnya, punya kebebasan mencoba mobil-mobil terbaru itu kenikmatan yang luar biasa.

Kalau niche kamu kuliner, kamu mungkin akan mendapatkan kemewahan menikmati aneka makanan enak tanpa harus bayar. Alih-alih bayar malah dibayar. Begitu juga kalau niche kamu travel. Semakin kamu dikenal sebagai influencer travel, kamu bisa jalan-jalan gratis bahkan jalan-jalan dibayarin.

By admin

One thought on “Apa Untungnya Jadi Influencer?”

Leave a Reply

Your email address will not be published.